Rabu, 04 Desember 2019


( AKHLAQ )

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
حَمْدًا وَشُكْرًا لِلْقَائِلِ في محكم التنزل  اعوذباالله من الشيطان الرجيم  " فذكر فان الذكر تنفع المؤمنين " صلاة وسلاما         دائمين على رسول الله الكريم المبعوث فينا لأتمم مكارم الاخلاق . ( اما بعد )
Yang saya hormati dan ta’dzimi para alim para ulama’ wabil khusus pengasuh pp al muslim yakni KH. AMINUDDIN beserta segenap keluarga besarnya yang kami sampaikan :  حَفِظَهُمُ اللهُ وَأَطَالَ عُمْرَهُمْ , اَمِينْ2 يَامُجِيْبَ السَّائِلِيْنَ                       
Dan yang terhormat kepada seluruh jajaran asatidz dan asatidzah wabil khusus dewan juri dan teman teman senasib seperjuagan yang saya cinta sayangi  
  Dan tak lupa pula  kepada segenap aparatur pemerintah baik sipil maupun TNI –POLRI  khususnya kepada bapak kepala desa ..... beserta setap-setapnya dan eksekutif lainnya yang kami hormati senantiasa kami ta’dzimi,                                                                                                
 Pertama marilah kita panjatkan puji syukur atas berkah dan rahmat yang telah allah berikan pada kita , sehingga kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat walafiat tanpa ada halangan apapun.
             kedua kalinya  shalawat serta salam kita limpahkan kepada nabi besar kita yakni nabi muhammad SAW, karena berkat perjuangannyalah kta bisa membedakan mana yang hak dan mana yang batil dan semoga kita mendapatkan syafaatnya pada hari kiamat nanti. Amin  Allahumaa amiin

SAUDARA – SAUADARA KAUM MUSLIMIN YANG KAMI HORMATI
   Kita semua tau bahwasanya manusia bukan di nilai dari ketampanannya atau kecantikannya. Akan tetapi manusia di nilai dari tingkah lakunya setiap harinya. Walau kita punya wajah tampan dan punya ilmu tinggi tapi kalau kita tidak punya akhlaq jangan harap orang lain akan hormat dan tunduk pada kita. Prinsip orang Madura “ jhe’ ken polan taoh macah ketab magghi taoh ngoker langnge’ mon ta’ andi’ akhlaq, ta’ andhi’ platoran ta’ kerah e argheih bhen masyarakat” enggi napah enggi ?.
   Boleh kita belajar tafsirnya Imam Syafi’e. boleh kita belajar kitabnya Abu Hanifah. Hadistnya Imam Bukhori Muslim. Tapi jangan lupa utamakanlah akhlaq. Sebab orang punya ilmu akhlaq itu namanya wajar. Tetapi orang yang tak punya akhlaq itu namanya kurang ajar. Betul . . . . .!
 SAUDARA – SAUADARA KAUM MUSLIMIN YANG KAMI HORMATI
    Rosul sendiri di utus bukan semata – mata membrantas kebodohan tapi utamanya menyempurnakan akhlaq manusia sebagaimana Rosul bersabda :
    انما بعثت لأتمم مكارم الاخلاق
ARTINYA : Saya di utus di dunia ini tidak lain hanya untuk menyempurnakan akhlaq manusia Akhlaq pada makhluk lebih – lebih kepada Allah SWT.
SAUDARA – SAUADARA KAUM MUSLIMIN YANG KAMI HORMATI
Mungkin itu saja yg bisa saya sampaikan, kurang lebihnya saya mohon maaf yang sebesar besarnya.
 dan sebelum ditutup, saya ada 1 pantun buat kalian;
Dua tangan sepuluh jari, nikmat tuhan tak bertepi, wahai sobat dan juga santri, teruslah belajar tanpa tapi tapi.
.                                    اخيرا وبالله التوفيق والهداية والرضا والعناية   ثم السلام عليكم ورحمة الله وبركاته